Di Balik Layar Pementasan Teater Dramaturgi "Maling Sandal"

Penulis: Rahmat Setiadi    Editor: Ria M


Pandemi membatasi aktivitas perekonomian warga. Banyak pelaku seni tak bisa pentas menyuguhkan karya-karyanya. Oleh karena itu tercetuslah ide pentas teater Maling Sandal yang digagas oleh para seniman di wilayah Bekasi.

"Petani bisa menanam dan menikmati hasilnya, nelayan bisa memancing, pedagang masih bisa beralih online, tapi seniman seni rupa hampir selama ini tidak bisa tampil di depan umum. Untuk itu perlu ada pertunjukan yang tidak lepas dari prokes," kata Arif Akbar pimpinan Sanggar Samudra yang juga penggagas pagelaran Teater bertajuk Maling Sendal.

Maling Sendal adalah kolaborasi seni rupa (lukisan) dan teater yang disajikan dalam bentuk dramaturgi. Tak hanya sekali, Pementasan Maling Sandal akan diadakan sepuluh kali di kota-kota besar. Setiap pementasan membawakan kisah-kisah lukisan yang berbeda.

Menariknya, pentas ini melibatkan tokoh serta masyarakat di kota masing-masing, misalnya saja yang akan di gelar tahun 2022 mendatang, yaitu di kota Bekasi. Pagelaran dirembuk serius, oleh sebab itu para penggagas sampai membentuk tim yang diberi nama Zam Bagasasi yang artinya Bekasi Berkumpul. 

Pentas atau pagelaran drama Maling Sendal yang pertama sudah dilaksanakan di kota Pekalongan. Pagelaran itu diadakan tanggal 20 Maret tahun 2020 yang lalu. Sayangnya setelah itu pandemi covid-19 melanda negeri, alhasil pagelaran selanjutnya sempat tertunda dan baru akan terselenggara kembali Maling sandal-2 yang direncanakan berlokasi di kota Bekasi.

Menuju pementasan beberapa bulan kedepan, Maling Sandal-2 menceritakan tentang sebuah desa di kaki Gunung Lawu yang hilang dalam kebakaran hutan besar sekitar tahun 1954. Di desa tersebut ada sebuah padepokan Srikandi Kanvas yang diketuai oleh Eyang Warno dan 14 murid. Semua pelukis di padepokan tersebut adalah gadis (perawan), salah satunya bernama Savitri. Savitri melukis Sandal/Terompah yang kemudian menjadi sangat fenomenal. Siapapun yang memiliki lukisan tersebut akan menjadi kaya-raya. 

Zam Bagasasi bersama Sutradara film, Ismail Sofyan Sani

Pentas teater kali ini akan berbeda dengan lainnya. Sutradara film Ismail Sofyan Sani secara khusus turun tangan menyutradarai drama Maling Sendal-2. Persiapan pentas akan semakin mantap karena akan dibimbing langsung oleh Budi Sumarno. Semakin kompleks dengan ketadangan aktor Ozy Syahputra yang juga turut bermain peran di pentas teater ini. 

Kolaborasi ini sangat komplit karena merupakan kolaborasi seniman teater dengan para sineas. Mengikuti tren teknologi yang semakin dinamis, pementasan tersebut juga akan digelar secara live dan streaming di kanal Budaya TV (https://budayatv.net/).

Setelah semua matang barulah selanjutnya mencari pemain. Sasarannya adalah para siswa sekolah menengah atas(SMA). Sampai berita ini ditulis, sudah berjalan dua audisi di dua sekolah, yaitu SMA 1 kota Bekasi dan MAN 1 kota Bekasi. 

Uniknya, di audisi ini Zam Bagasasi melakukan seleksi melalui Puisi. Para peserta yang membawakan puisi dengan baik maka dialah yang berhak lolos. Lokasi pentas yang akan digelar tanggal 19 Pebruari 2022 mendatang dilaksakan di GOR Bekasi. 

Saat ini ada beberapa pentas yang direncanakan, seperti pentas puisi, rampak, dan seni budaya lainnya yang akan turut memeriahkan acara. Tentu saja semua akan dibawakan langsung para tokoh dan masyarakat lokal kota Bekasi sesuai rencana awal.

Setelah usainya Maling Sandal pertama dan menyusul yang kedua nanti, kemudian pagelaran Maling sandal 3 dan 4, sampai sepuluh akan diselenggarakan di kota besar lainnya. Sementara ini kota Pemalang, Bogor, dan kota Solo sudah dalam perencanaan dan mungkin akan ada di kota anda selanjutnya. 

Posting Komentar untuk "Di Balik Layar Pementasan Teater Dramaturgi "Maling Sandal""