Orang bilang September menjadi bulan paling ceria. Tampaknya ada betulnya. Momen September ceria ini pun tak dilewatkan begitu saja oleh para pemuda Desa Wisata Serang Blitar yang tergabung dalam Serang Youth Creative.

Sabtu, 25 September 2021 para pemuda Desa Wisata Serang Blitar mengadakan Festival Jagung bakar perdana di Kampung Etan Gunung, Desa Wisata Serang Blitar. 

Jagung menjadi salah satu komoditas utama bagi para petani di Desa Wisata Serang Blitar. Namun harga yang tidak stabil dan hama tikus yang membabi buta membuat para petani sering merugi ketika panen tiba.

Hal ini menggerakkan para pemuda Desa Wisata Serang Blitar untuk mencari solusi hingga tercetuslah ide Festival Jagung Bakar. Kegiatan Festival Jagung Bakar di Desa Wisata Serang Blitar sengaja diadakan oleh para pemuda desa untuk meningkatkan nilai tambah hasil tani sekaligus menjadi bentuk apresiasi bagi para petani jagung.

Bak gayung bersambut, Festival Jagung Bakar perdana ini pun didukung penuh oleh pemerintah Desa Wisata Serang Blitar.

"Alhamdulillah pada hari ini kita telah melaksanakan festival jagung bakar yang merupakan event pertama kali yang kita selenggarakan bersama masyarakat secara terbatas di Kampung Etan Gunung di Dusun Serang satu yang mana di sini tempat pertanian sekitar 7 hektar, hamparan 7 hektar ini untuk pertanian warga masyarakat yang produktif. Nah pada kesempatan ini lagi panen jagung yang tentunya akan menjadi salah satu data tarik wisata di Desa Wisata Serang Blitar,"  ungkap Kepala Desa Wisata Serang Blitar, Handoko Pawiro.

Mengingat masa PPKM masih berlaku di Desa Wisata Serang Blitar, maka Festival Jagung Bakar di Kampung Eran Gunung Desa Wisata Serang Blitar ini dilakukan secara terbatas dengan dihadiri oleh masyarakat sekitar dan beberapa wisatawan dari Kota Blitar.

Festival Jagung Bakar di Kampung Eran Gunung Desa Wisata Serang Blitar nantinya akan rutin diadakan setiap 3 bulan sekali atau setiap masa panen jagung dan akan diiringi oleh gamelan musik Jawa yang dimainkan oleh warga lokal. (IR)

Dita Faisal
Dita Faisal Saya mengawali karir sebagai jurnalis sejak 2008 di TVRI Nasional. Setahun kemudian saya bergabung menjadi jurnalis dan presenter berita di tvOne hingga 2021. Setelah 13 tahun menjadi jurnalis, pada pertengahan 2021 saya dan suami memutuskan pindah ke Blitar dan Wonosalam untuk lebih dekat dengan alam. Kami ingin menikmati waktu kami dengan berbagi dan bertani. It's time for "back to nature back to village."

Posting Komentar untuk " "