Kongres ke-2 APFI, Erick Tohir Dukung Perfiliman Indonesia Tembus Pasar Dunia

Recents in Beach

Kongres ke-2 APFI, Erick Tohir Dukung Perfiliman Indonesia Tembus Pasar Dunia




Dukungan penuh datang dari Asosiasi Perusahaan Film Indonesia (APFI) dalam Kongres ke-2 APFI di Jakarta pada 7 Desember 2019. Dalam kongres tersebut telah dibahas beberapa persoalan yang kerap terjadi di dunia perfiliman Indonesia, diantaranya soal pembajakan film, pendaftaran judul dan permasalahan hak atas judul film, serta peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia di perfilman Indonesia. 

Seluruh anggota Asosiasi Perusahaan Film Indonesia yang diketuai oleh Chand Parwez Servia berkomitmen untuk terus menghadirkan tayangan yang tak sekedar mengibur tapi juga tinggi mutu dan sarat pesan moral. 

“Sudah terbukti bahwa kita bisa, mari terus jaga momentum ini,” ungkapnya.

Banyak bermunculannya film-film bermutu di tanah air berimbas pada meningkatnya jumlah penonton, bahkan tak jarang film-film yang diproduksi di dalam negeri mampu mengalahkan film-film asing yang tayang bersamaan.

Pusat Pengembangan Perfilman Indonesia (Pusbangfilm) Kemendikbud menunjukkan sebuah data yang menggembirakan dimana dalam kurun waktu 3 tahun terakhir sejak 2015-2018 jumlah penonton film Indonesia meningkat lebih dari tiga kali lipat dari semula 15 juta penonton menjadi hampir 50 juta penonton. Hal inilah yang mendorong Erick Thohir selaku Dewan Pengawas APFI dan juga Dede Yusuf sebagai Anggota Kehormatan untuk terus memacu semangat APFI melebarkan sayapnya guna melahirkan film-film yang dapat diterima pasar dunia.


Meskipun telah mencetak banyak prestasi, Sekretaris APFI, Celerina Judisari menambahkan bahwa APFI tidak boleh berbangga diri karena masih memiliki tantangan besar untuk bisa menembus pasar internasional.

“Tentu semua aspek dari kegiatan perfilman harus kita tingkatkan, melalui pelatihan, penelitian dan interaksi dengan komunitas perfilman global” imbuhnya.

Selain menghasilkan sejumlah kesepakatan, Kongres APFI ke-2 juga telah mengukuhkan Dewan Pengurus Asosiasi Perusahaan Film Indonesia (APFI) yang baru periode 2019-2023.

Berikut susunan Dewan Pengurus APFI 2019-2023:
1. Ketua Umum: Chand Parwez Servia
2. Sekretaris Jenderal: Celerina Judisari
3. Ketua Bidang Riset dan Produksi: Putut Widjanarko
4. Ketua Bidang Promosi dan Peredaran: HB Naveen
5. Ketua Bidang Internasional: Wicky V. Olindo dan Wakil Ketua Bidang Internasional: Reza Servia
6. Ketua Bidang Hukum dan Kelembagaan: Bismarka Kurniawan
7. Bendahara: Sunil Samtani
    Wakil Bendahara: Catherine Keng

Susunan Dewan Pengawas APFI 2019-2023:
Ketua: Erick Thohir

Anggota:
1. Wishnutama Kusubandio
2. Gope Samtani
3. Ram Soraya

Anggota Kehormatan APFI 2019-2023: Dede Yusuf


Asosiasi Perusahaan Film Indonesia didirikan sejak 2015 lalu oleh tujuh perusahan film ternama Indonesia yaitu, Starvision, Maxima Pictures, Mahaka Pictures, Falcon Pictures, Rapi Films, Soraya Intercine Film, dan Mizan Pictures. Pembentukan APFI tak lepas dari peran serta aktor senior Dede Yusuf yang ditunjuk sebagai Dewan Kehormatan. 

Saat ini total anggota Asosiasi Perusahaan Film Indonesia (APFI) berjumlah 11 anggota, yakni Starvision, Maxima Pictures, Mahaka Pictures (Celerina Judisari), Falcon Pictures (HB Naveen), Rapi Films (Gope Samtani), Soraya Intercine Film (Ram Soraya), Mizan Pictures (Putut Widjanarko), Hitmaker, Visinema Pictures, dan Screenplay Bumilangit.

Tiga perusahaan perfilman Hitmaker, Visinema Pictures, dan Screenplay Bumilangit telah dinyatakan resmi bergabung bersamaan saat digelarnya Kongres ke-2 APFI 7 Desember 2019. (DF)

Posting Komentar

0 Komentar