Nyongkolan, Tradisi Arak Pengantin di Pulau Lombok Diiringi Gendang Beleq

Recents in Beach

Nyongkolan, Tradisi Arak Pengantin di Pulau Lombok Diiringi Gendang Beleq



LOMBOK - Apa yang terlintas ketika mendengar kata Pulau Lombok? Tentunya budaya, adat istiadat, hingga tempat wisata menjadi jawabannya. Salah satu budaya yang masih dipegang oleh masayarakat suku sasak diantaranya tradisi nyongkolan. Nyongkolan merupakan kegiatan adat yang menyertai rangkaian acara dalam prosesi perkawinan pada suku sasak di Lombok. Kegiatan nyongkolan ditandai dengan arak-arakan kedua mempelai dari rumah mempelai laki-laki ke rumah mempelai perempuan, dengan diiringi keluarga atau kerabat kedua mempelai berpakaian khas suku sasak, yakni lambung atau kebaya untuk perempuan dan baju adat khas laki-laki sasak lengkap dengan sapuk (ikat kepala khas suku sasak, Lombok).
Arak-arakan pengantin perempuan
Laki-laki suku sasak memainkan Gendang Beleq
Tradisi nyongkolan selau diiringi dengan alunan musik bernada kencang yang disebut dengan gamelan (gendang beleq). Gendang beleq merupakan salah satu musik tradisional yang  dipakai pada acara-acara tertentu. Penggunaan gendang beleq menambah rasa bangga bagi siapa saja yang menggunakannya ketika hajatan berlangsung.

Arak-arakan pengantin perempuan
“Ada rasa bangga tersendiri karena bisa memiliki adat istiadat yang beda dari yang lain,” ungkap salah satu kerabat mempelai perempuan.

Sebelum nyongkolan digelar, ada prosesi unik yang harus dilalui, yaitu "serah doe". Pada prosesi serah doe, mempelai pria menyerahkan seserahan berupa kain dan lain sebagainya sebagai simbol bahwa ia mampu membiayai mempelai perempuan.

Tak berhenti sampai di nyongkolan saja, ternyata "begawe" turut serta menjadi pembuka tradisi nyongkolan. Begawe adalah tradisi bertamu ke rumah pengantin laki-laki sesuai dengan undangan yang disebar. Sedangkan dari pihak perempuan dikenal dengan sebutan tradisi "nanggep". Nanggep hampir sama dengan begawe, akan tetapi terkadang ada yang mengisinya dengan mengundang beberapa kerabat saja untuk datang. Beberapa di antara warga memilih untuk mengisi waktu nanggep dengan acara zikir sekalian mengggelar acara seserahan uang yang diberikan dari pihak laki-laki. Seserahan uang itu biasa disebut gantir, kemudian dibagikan kepada orang-orang yang ikut zikiran.

Dalam tradisi pernikahan suku sasak Lombok, dikenal pula "kuade", yakni mempersiapkan kedatangan pengantin laki-laki ke rumah mempelai perempuan. Kuade merupakan tempat persinggahan pengantin ketika sudah sampai di rumah mempelai perempuan. (N.K)
 Persinggahan untuk menyambut pengantin laki-laki (kuade)

Posting Komentar

4 Komentar

  1. kecimol bukan alat musik tradisional sasak, melainkan klaborasi budaya dri luar. Alat musik asli sasak adalah gendang beleq (gamelan)

    BalasHapus